Hosanna...Hosanna In The Highest...

Blog EntryWeDDiNg ala BoLLYwoDd...Mar 7, '08 9:51 AM
for everyone
He..he...udah lama sey kejadiannya pas Oktober 2005

Si Nobieta punya teman kuliah bernama Priya (info: Priya ini cewek). Priya ini warganegara Jerman, namun secara ethnik dia tuh tulen orang Srilanka.
Singkat cerita Priya hendak menikah, juga dengan pemuda ethnik Srilanka, warganegara Swedia, namun tinggal dan bekerja di Inggris (he..he...muter aja ya...).
Nah..dengan ramahnya si Priya mengundang Nobieta untuk menghadiri pesta pernikahan (klick) mereka di Kingston (kota kecil tak jauh letaknya dari London)...dan Priya bilang Nobieta boleh mengajak saya.......
Yeeee...hura....
Secara kami pengen banget live di acara pernikahan Hindu ala Bollywood, pengen bangeeeeetttttttt pake sari, pengen banget menginjakkan kaki di Inggris tepatnya di London......,
maka kami pun dengan senang hati menerima undangan tsb.

Singkat kata, kami pun terbang ke London beserta keluarga pengantin wanita (setelah sukses mengurus Visa masuk negara Ratu Elizabeth dan sukses memilih sari pinjaman mana yang akan kami kenakan di acara tsb).
Bukannya sombong...karena kami masuk dalam rombongan pengantin wanita dari Jerman....jadilah kami sebagai tamu terhormat...(setelah acara Nikahan kamipun turut ke setiap undangan berbagai Famili mereka, makan masakan Srilanka yang supeerrrrrr  wueennaaaaakkkkk dalam setiap kunjungan... )

Acara pernikahan Hindu ala Bollywood pun dilangsungkan di Kuil Hindu kota setempat. Kami amati banyak penduduk ethnik mereka yang bermukim di daerah tsb, banyak juga terdapat toko dan Restaurant Srilanka (atau mungkin juga India)...jadi semacam Srilanka`s Town
Dengan penuh semangat kami mengamati upacara pernikahan di Kuil (saking semangatnya, kacamata Nobieta ketinggalan di rumah..akibatnya haruslah dia setengah buta..hi...hi...menyaksikan semua acara).
Upacara pernikahan tak jauh berbeda dengan acara pernikahan yang sering kami saksikan (kalian juga..? ) di film2 India.
Upacara dilakukan dalam Bahasa Srilanka..he..he...kami pun bengong saja....yang penting duduk paling depan.
Yang membuat kami saat itu sempat bingung adalah "keramaian" di sepanjang upacara pernikahan tsb, yang ditimbulkan oleh para tamu, para sanak keluarga mereka.
Sesaat kami merasa sedikit terganggu dan merasa upacaranya menjadi tidak berjalan khidmat ..karena yang tekun mengikuti upacara hanyalah si pengantin beserta pendeta Hindu, dan orang tua mereka yang ada di depan.
Lain-lainnya pada ngomong karepe dewe(kata org Jawa), ngobrol satu sama lain, memberi salam satu sama lain (modus: suara tidak pelan)
Ternyata adik si pengantin wanita pun memiliki pendapat yang sama dengan kami, baginya ini juga merupakan pengalaman pertama mengikuti upacara pernikahan Hindu. Maklum saja keluarga pengantin wanita adalah keluarga Katholik, jadi kami pun sama-sama agak bingung di upacara pernikahan tsb...

Tapi toh upacara ini tetap saja menarik perhatian kami, keunikan sang mempelai pria memasang cincin pada jari kaki mempelai wanita (kiri dan kanan..).....saat mempelai pria mengoleskan "merah-merah" di piasan rambut mempelai wanita sebagai tanda resmi sebagai istri...
saat mempelai pria mengalungkan kalung emas pada mempelai wanita 
( kalung emas ini memiliki model yang patent, tanda sebagai istri, dan konon menurut Priya ...kalung ini juga menunjukkan status sosial keluarga. Jadi semakin berat kalungnya, semakin menunjukkan kalau mereka keluarga mampu gitzuuu....nah si Priya menolak kalung yang super gede, secara dia mungill banget..kan berat aja kalungnya dipake setiap hari...juga karena norak menurutnya he..he..Tapi toh keluarga mempelai pria akhirnya membeli kalung yang agak besar juga, kalau gak salah sekitar 20/30 gramm gitu deh... )

Kami pun mengamati para tamu yang hadir. Hampir semua tamu adalah orang-orang Ethik mereka (saya rasa, hanya kami yang orang asing..he..he..)
Semua tamu wanita mengenakan sari, Sanak saudara wanita dari keluarga pengantin yang sudah menikah  mengenakan sari terindah yakni sari yang dikenakan di upacara pernikahan mereka.
Wah...bisa dibayangkan kan..bagaimana keindahan warna-warni sari menghiasi acara tsb.
Para tamu yang ada juga ramah terhadap kami (kebanyakan dari tamu adalah sanak saudara)..bahkan saya pun sempat diajak nyerocos bahasa Srilanka oleh handai tolan Si Priya......Saya pun bengong...dan Nobieta ngakak melihatnya...
(Di Jerman, orang jarang sekali bisa mengenali kalau saya datang dari Indonesia....duhhhh.....padahal muka saya kan Jawa bangettttt...)

Oh iya...makanannya...
Di Acara tsb kami dijamu dengan hidangan khas dalam pernikahan Hindu, yakni makanan tanpa daging. Wah.. tanpa daging pun tidak mengurangi kelezatan hidangan malam itu....Enak sekali makanannya..dan pedas...(Nobieta pun nekat makan ..padahal saat itu dia masih agak anti ama pedes)...Salah satu favorit saya: cabe yang digoreng kering dan di dalam cabe tsb ada garamnya...wah enak tenan.......

Pengalaman yang mengesankan bagi kami, mendapat kesempatan mengenal kebudayaan lain.
Oh iya...kesimpulan mengenakan sari: tidak mudah mengenakannya (mungkin karena tak biasa), susah berjalan karena repot memegang kain sana sini....Nobieta bilang(dengan logat kental Semarang)...."gimana-gimana lebih enak pake kebaya..."
Yeeacchhhh...ACI deh....

PS: Informasi dari teman yang menganut agama Hindu...
Situasi agak "ramai " dalam upacara pernikahan spt yang saya ceritakan di atas, merupakan hal yang tak asing baginya. Menurutnya, situasi tsb tidak mengurangi kekhidmatan dalam suatu upacara keagamaan. Upacara keagamaan seperti upacara pernikahan, bukan saja merupakan ritual agama tapi juga merupakan kesempatan istimewa bertemu dan bersilahturahmi dengan anggota2 keluarga yang lain.

Gitu katanya....Gimana om....bener gak aku zitierennya?Kalo rada gak pas..tolong di-PB (pembetulan) ya...





novietawibowo wrote on Mar 21
aduhhh....... kenangan lama yang uuiiiinnnndaahhhhh, termasuk kenangan toilet2 di london yang begitu bersih (berkat makan lombok) dan kenangan tiang lampu, akibat termotivasi film bollywood dan gak mau rugi pake sari susah2
kapan sana lagi ya sayyy....... yyuuukkkkkkkkk..........
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Chris Vincent All rights reserved.